Subscribe

Powered By

Free XML Skins for Blogger

Powered by Blogger

Selasa, 17 November 2009

4 Strategi Mempertahankan Semangat Ngeblog

Salah satu penghambat kemajuan sebuah blog ialah ketika sang pemiliknya merasakan penurunan semangat ngeblog pada masa tertentu. Penyebabnya bisa macam-macam. Sebenarnya itu sesuatu yang sangat wajar. Namun jika penurunan semangat tersebut berlangsung dalam waktu yang cukup lama, tentunya akan berpotensi menghentikan perkembangan blognya. Minimal akan memperlambat kemajuan blog yang bersangkutan.

Nah, bagaimana tips agar semangat ngeblog kita tetap bisa menyala dan senantiasa terpelihara?



1. Pasanglah widget-widget pemonitor atau penakar perkembangan blog.

Contohnya seperti widget alexa rank, pagerank, atau pemonitor trafik seperti histats dan sitemeter. Bisa juga yang punya fitur lengkap seperti extremetracking. Termasuk widget pemonitor live traffic seperti feedjit (yang bisa memberikan data artikel apa saja yang pengunjung baca dan dari media apa saja mereka datang ke blog kita).

Lalu, buat apa memasang widget-widget tersebut pada blog kita? Sebatas gaya-gayaan kah? Atau sekedar aksesoris pemanis? Tentunya tidak demikian. Keberadaan widget-widget tersebut bisa membuat blog kita jadi terasa lebih hidup. Setiap kita mengaksesnya pun, kita jadi tetap semangat untuk terus meningkatkan nilai atau angkanya. Efeknya, kita jadi terdorong untuk tetap rajin blogwalking dan terus meng-update konten blog kita secara berkala.

2. Coba pasang target jumlah trafik/visitor harian yang ingin dicapai dalam waktu tertentu.

Misalnya dalam 3 bulan ke depan, 6 bulan ke depan, atau bahkan setahun ke depan. Hal ini sangat ampuh bin mujarab untuk tetap mengobarkan semangat ngeblog kita yang mungkin sempat surut atau jeblok. Dengan punya target jangka panjang (atau menengah), kita biasanya jadi termotivasi untuk mencapainya.

Sekedar memotivasi diri sendiri, saya pribadi punya target untuk meningkatkan jumlah pengunjung harian blog ini menjadi 200-an visitor/hari dalam waktu 3 bulan ke depan. Cukup realistis saya kira

3. Coba niatkan bahwa setiap tulisan yang kita posting adalah untuk berbagi atau sekedar menyalurkan hobi menulis.

Dengan demikian, ketika kita menemui kenyataan bahwa postingan kita ternyata minim respon berupa komentar, semangat ngeblog kita tidak akan menurun drastis. Kita sudah merasa cukup puas jika telah berhasil menulis sesuatu yang sekiranya bermanfaat bagi pembaca/pengunjung. Atau cukup puas karena telah menyalurkan uneg-uneg pribadi kita untuk konsumsi publik.

4. Cobalah secara rutin memposting tulisan hangat untuk menguji penerapan ilmu SEO yang kita miliki.

Salah satu hal yang sering membuat semangat ngeblog jadi kendur ialah ketika kita terlalu idealis dalam memilih tema tulisan yang akan diposting. Termasuk terlalu membatasi jenis artikel yang ingin ditulis.

Berkomitmen untuk membangun niche blog sebenarnya sangat baik. Namun buat apa jika pada akhirnya malah membuat perkembangan blog kita jadi terhambat? Buat apa jika akhirnya membelenggu kreativitas?


Oleh karena itu, tidak ada salahnya berkomitmen untuk memposting tulisan hangat secara berkala (misalnya seminggu sekali). Di situlah ilmu SEO yang kita miliki akan diuji. Ketika tulisan hangat yang kita posting ternyata menuai banyak kunjungan dari search engine, biasanya akan menimbulkan suatu gairah atau semangat yang menyala-nyala untuk tetap mengulang kesuksesan yang sama di masa-masa selanjutnya.

Nah, itu artinya, semangat ngeblog pun akan bisa tetap terpelihara. Sebab kita termotivasi untuk terus mempraktekkan dan menyempurnakan penerapan teknik SEO yang kita ketahui. Untuk kemudian membuktikan efektivitasnya. Itulah salah satu asyiknya belajar SEO.

***

Sementara ini cukup 4 tips saja yang bisa saya bagikan buat rekan-rekan blogger sekalian. Semua tips tersebut adalah hasil pengalaman pibadi saya sendiri. Jadi sudah saya praktekkan. Dan hasilnya lumayan efektif untuk tetap mempertahankan semangat ngeblog saya sampai saat ini

Bagaimana dengan anda sendiri? Punya tips lain?

Original Article
Read More ..
Strategi Bisnis : Real Time Service, metode jitu mempertahankan pelanggan

Saat ini setiap perusahaan skala besar maupun skala kecil berupaya menajamkan strategi bisnisnya karena pengaruh:

1. Tumbuhnya industri dan usaha yang begitu cepat
2. Kemudahan regulasi dan informasi pendirian perusahaan
3. Dipermudahnya regulasi investor asing masuk, walau dibatasi secara parsial
4. Era globalisasi yang mulai menancapkan unsur persaingan tanpa batas
5. Era teknologi informasi yang membuka wacana pemahaman bisnis global kepada siapapun


Salah satu strategi bisnis yang dilakukan adalah bagaimana mempertahankan pelanggan yang ada. Mempertahankan pelanggan yang ada tersebut menurut saya dapat dibagi menjadi:

1. Pelanggan yang sangat loyal sehingga dapat dikategorikan fanatik
2. Pelanggan loyal yang sedang transisi dari pelanggan yang terpuaskan
3. Pelanggan terpuaskan (bisa berawal hanya dari 1 transaksi)
4. Pelanggan yang sedang berpikir untuk menentukan reaksi/persepsi terhadap perusahaan anda

Real time service yang dianggap sebagai strategi hebat di era persaingan ini mempunyai kekuatan bahwa terpuasakannya pelanggan hari ini belum tentu akan terpuaskan lagi pada lain hari walaupun dengan bentuk kualitas dan produk yang sama, sehingga perlu pengembangan Real Time Service yang lebih mampu memenuhi secara ‘value’ (bukan fisik semata) dari pelanggan.

Real time service (RTS) sebagai kunci kemenangan bisnis dan strategi bisnis untuk mempertahankan pelanggan mempunyai konsep antara lain:

1. Menjaga kualitas hubungan dengan pelanggan dengan selalu berusaha menjaga kedekatan dengan pelanggan dengan berbagai cara: Menyediakan telpon bebas pulsaMembangung sebuah web yang mampu menjembatani keomunikasi dimanapun dan kapanpun, karena alamatnya www.perusahaan.com sangat mudah dihafal daripada harus menghafal alamat rumah dan panjangnya nomor telepon dan fax. Website sebagai elemen RTS dibudayakan oleh perusahaan-perusahaan Amerika. (Informasi perihal pembuatan web ; www.visimaster.com)
2. Mengkondisikan agar terciptanya pengalaman yang mengesankan bagi pelanggan
3. Membangun unsur komunikasi dengan dukungan informasi strategis yang mampu menjawab pertanyaan di benak pelanggan
4. Menyediakan strategi atau manajemen complain sebagai bentuk media penampungan permintaan dan keluhan pelanggan dengan cepat, akurat dan “sangat menjawab”.
5. Menyediakan pola penerimaan feedback atau umpan balik untuk menyempurnakan produk dan layanan untuk masa mendatang.

Dari sekian metode dan strategi yang pernah anda terapkan, sudahkan anda melengkapi dengan unsur-unsur diatas?

Artikel ini ditulis oleh Ipan Pranashakti KIP untuk masukan seorang rekan pengusaha digital printing di yogya yang pernah kawatir akan kehilangan sebagain pelanggannya.
Page copy protected against web site content infringement by Copyscape

Add to Technorati Favorites
Tulisan berkualitas lainnya :

* Strategi Bisnis Toko Online : Pentingnya mengkoneksikan Produk yg dijual di Toko Online dengan domain
* Strategi marketing : Sukses bisnis dengan membangkitkan sikap sukarela masyarakat/pelanggan
* Kewirausahaan dan Strategi Bisnis: 10 kendala bisnis utama menurut Penelitian
* Strategi Bisnis dan strategi marketing : Manfaat pameran yang vital bagi usaha
* Strategi Bisnis dan Kewirausahaan : Sukses Bisnis dengan menguatkan “Nilai” Layanan dengan 3 cara
* Strategi marketing & Personal selling : 5 penyebab utama penolakan membeli produk
* Strategi Bisnis : Pentingnya membangun keahlian komunikasi di lingkup bawahan demi pelanggan
* Kewirausahaan dan Strategi Marketing : 5 Cara Memasarkan usaha baru secara ringan tanpa konsep yang rumit
* Strategi Marketing : 5 Alasan memanfaatkan email marketing sebagai media yang murah namun efektif
* Strategi marketing : 5 strategi menyusun web yang prospektif untuk memulai bisnis

Original Article
Read More ..